Pengertian Desain Eksterior dan Bagian-Bagian yang Termasuk Ke Dalamnya

Mengetahui ilmu desain eksterior bangunan merupakan hal yang menguntungkan.

Setelah sebelumnya kamu megetahui tentang pengertian desain interior dan berbagai elemen yang terdapat di dalamnya, kini mari beralih pada satu pembahasan lain yaitu desain eksterior. -MegaBaja.co.id

Selaras dengan desain interior, desain eksterior merupakan sebuah ilmu penataan yang juga memiliki fungsi utama serta fungsi estetika di dalamnya. Bedanya, jika desain interior adalah penataan segala hal yang berada di dalam ruangan, seperti ruang tamu, dapur, kamar tidur dan lain-lain maka desain eksterior adalah sebaliknya.

Eksterior berarti bagian luar pada sebuah bangunan, baik itu rumah pribadi, gedung perkantoran, mall dan sebagainya. Menata bagian luar sebuah bangunan bisa menjadi poin plus yang dapat memberikan kesan yang lebih bagus pada bangunan itu sendiri.

Maka dari itu, alih-alih menata eksterior dengan sembarangan, lebih baik kamu menyewa seorang ahli desainer eksterior agar rumahmu memiliki nilai lebih. Namun, menata eksterior rumah sendiri pun bukan hal yang tidak mungkin.

Di dalam artikel ini, kamu akan mengetahui berbagai hal mengenai desain eksterior bangunan agar kamu bisa mempratekannya sendiri di kehidupan sehari-hari. Di antaranya adalah sebagai berikut :

  • Pengertian Desain Eksterior Dari Berbagai Sumber
  • Elemen-Elemen yang Membentuk Eksterior Bangunan
  • Bagian yang Termasuk Dalam Eksterior Bangunan

Pengertian Desain Eksterior Dari Berbagai Sumber

Eksterior merupakan bagian terluar dari sebuah bangunan, hal ini bisa juga disebut dengan fasad rumah. Biasanya eksterior adalah bagian yang bersinggungan langsung dengan lingkungan luar, baik itu jalan umum dan sebagainya.

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), eksterior memiliki pengertian sebagai bagian luar dari sebuah bangunan termasuk di dalamnya rumah, gedung dan sebagainya. Jika interior berfokus pada bagian dalam sebuah ruangan, maka eksterior memfokuskan penataan pada bagian permukaan sebuah bangunan.

Ilmu yang mengatur penataan eksterior tersebut biasanya dikenal dengan istilah desain eksterior. Dalam hal ini, setiap bangunan memiliki gaya dan ciri khasnya tersendiri dalam menciptakan tampilan yang berbeda. Bagian-bagian eksterior bangunan biasanya mencakup segala hal yang terlihat di area depan bangunan seperti dinding bangunan, teras, pintu dan jendela, pagar, taman, kanopi, hingga penataan lampu taman yang tidak luput dari pengaturan.

Selain mengedepankan fungsi estetika agar memberikan kesan pertama yang baik, elemen-elemen pada desain eksterior tidak boleh lepas dari fungsi utamanya. Seperti fungsi kanopi untuk melindungi bagian depan dari paparan sinar matahari dan hujan yang berlebih dan lain-lain.

Lalu, apa saja elemen-elemen dalam desain eksterior itu?

Berikut penjelasannya.

Elemen-Elemen yang Membentuk Eksterior Bangunan

1. Elemen Arsitektur

Dalam bidang eksterior, diterapkan juga seni bangunan yang berguna untuk menambahkan keindahan agar menunjang nilai lebih pada bangunan. Elemen arsitektur ini berfungsi untuk mendukung hal tersebut. Beberapa bagian eksterior bangunan yang termasuk pada elemen arsitektur di antaranya adalah jendela, pintu, atap, kolom, tangga, dinding dan sebagainya.

2. Konstruksi

Yang kedua adalah konstruksi. Contohnya seperti kanopi, garasi hingga pintu gerbang. Bagian konstruksi ini tidak bisa diabaikan begitu saja dalam menciptakan bangunan yang bagus. Karena bagian ini umumnya berhubungan secara langsung dengan bagian interior rumah dan menjadi penyatu di antara keduanya.

3. Landscape

Landscape memiliki arti sebagai bentang lahan atau bentang alam. Dalam dunia arsitektur, landscape diartikan sebagai tata ruang di luar gedung yang berfungsi untuk mengatur pemandangan.

Hal ini jelas penting dalam pengaturan atau penataan bagian eskterior sebuah bangunan. Sebab, menentukan landscape yang sesuai tentunya akan lebih memudahkan kamu dalam memiliki bangunan yang ideal. Karena dalam hal ini, landscape bukan hanya mengatur tampilan pemandangan saja, akan tetapi mengatur segala aspek lain seperti mobilisasi bangunan tersebut, desain saluran air, penataan ruang terbuka hijau dan sebagainya.

Nah, setelah mengetahui elemen apa saja yang membentuk bagian eksterior pada sebuah bangunan. Mari kita pelajari bagian-bagian apa saja yang termasuk pada elemen-elemen tersebut dan bagaimana contoh pengaplikasiannya dalam kehidupan sehari-hari.

Bagian yang Termasuk Dalam Eksterior Bangunan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, eksterior bangunan memiliki beberapa bagian yang tergabung dalam elemen arsitektur, konstruksi dan landscape.

Kali ini, mari kita bahas satu per satu bagian tersebut dan mengetahui bagaimana pengaplikasiannya yang tepat dalam kehidupan sehari-hari.

Dinding Eksterior

Yang pertama adalah dinding eksterior. Ini adalah bagian yang pasti akan selalu ada pada setiap bangunan karena merupakan bagian yang krusial.

Dinding memiliki fungsi sebagai penyekat dari ruangan satu ke ruangan yang lainnya. Begitu pun dengan dinding eksterior yang berfungsi menjadi pembatas antara bagian luar dan bagian dalam bangunan.

Karena terletak di bagian muka bangunan dan terpapar berbagai macam cuaca, dinding eksterior harus memiliki karakter yang kuat dan tahan terhadap berbagai macam perubahan iklim. Selain itu, kekuatannya pun harus diperhatikan agar dinding eksterior dapat menjalankan fungsinya sebagai pembatas dari area luar yang bisa saja mendatangkan bahaya seperti serangan hewan liar atau bahkan orang jahat.

Selain karakter yang kokoh dan kuat, dinding eksterior juga biasanya menjadi lahan bagi pemilik bangunan untuk mempresentasikan keindahan melalui pemilihan warna yang cantik. Perlu diingat bahwa cat dinding eksterior haruslah memiliki ketahanan yang lebih baik agar tidak cepat rusak dan luntur.

Pintu dan Jendela

Umumnya, setiap bangunan pasti akan memiliki pintu dan jendela di bagian depannya. Hal ini jelas berfungsi sebagai akses mobilitas peghuni bangunan tersebut. Akan tetapi, selain fungsi utamanya, pintu dan jendela juga memiliki fungsi estetika yang tidak bisa dilewatkan begitu saja.

Pemilihan bahan baku pembuatan pintu dan jendela juga menjadi hal yang patut kamu perhitungkan, jika mengingat posisi pintu dan jendela yang terpapar langsung oleh berbagai macam cuaca seperti panas dan hujan. Pintu dan jendela juga memiliki berbagai macam desain dan bentuk yang akan menambah kesan keindahan tampilan luar bangunan sehingga pastikan untuk memilihnya dengan seksama.

Garasi

Garasi merupakan elemen konstruksi dalam desain eksterior. Walaupun tidak semua bangunan memiliki garasi, akan tetapi bukan berarti hal ini luput dari perhatian. Garasi umumnya berada di bagian depan rumah, fungsinya yaitu sebagai ‘rumah’ untuk kendaraan atau penyimpanan barang-barang tertentu.

Bagian garasi biasanya ditutup dengan pintu besi untuk memastikan kendaraan aman di dalamnya. Namun seiring berjalannya tren rumah masa kini, garasi juga biasanya hanya dibangun dengan menggunakan atap kanopi saja untuk menutup bagian atas kendaraan dan biasa disebut dengan carport.

Pagar

Bagian lain yang termasuk pada desain eksterior yaitu pagar. Pagar juga berfungsi untuk mengisolasi bangunan dari area luar. Jika mengacu pada fungsinya, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan pagar juga tidak boleh sembarangan.

Bahan utama pembuatan pagar harus memiliki karakter yang kokoh dan kuat. Berbagai macam jenis pagar dapat kamu aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Umunya pagar bangunan bisa terbuat dari berbagai macam bahan, ada kayu, batu, besi, baja hingga tanaman hijau.

Dengan berbagai jenis bahan yang berbeda, kamu juga bisa menyesuaikan gaya seperti apa yang akan kamu tampilkan untuk memberikan kesan yang baik pada area pagar tersebut tanpa melupakan fungsi utamanya.

Taman

Termasuk pada elemen landscape, taman bisa terletak di area mana saja pada bangunan. Akan tetapi, khusus pada taman eksterior ini biasanya terletak di bagian depan. Mulai dari di bagian depan teras bangunan itu sendiri, atau bahkan di bagian terluar yaitu di depan pagar bangunan.

Taman memiliki berbagai macam fungsi, yang pertama untuk ruang terbuka hijau, yang kedua untuk mempercantik suasana. Untuk menciptakan ruang terbuka hijau, kamu bisa menanam berbagai macam pohon untuk menyegarkan lingkungan. Selain itu, penambahan lampu-lampu taman dengan ambiens yang temaram biasanya sering digunakan untuk mempercantik bagian taman dan memberikan kesan yang manis.

Menata eksterior sebuah hunian atau bangunan menjadi satu hal yang mudah jika kamu menguasai ilmunya. Akan tetapi, pengaplikasian beberapa elemen dengan cara yang tidak tepat juga bisa membuat kesan pertama bangunan menjadi buruk dan membosankan. Maka dari itu pastikan agar kamu memahami betul konsep eksterior seperti apa yang akan kamu terapkan dan perhatikan elemen-elemen di atas agar desain eksteriormu tidak mengecewakan.

Selamat mencoba.

Ade Widi Rahayu
Just an ordinary people.