Besi dan Baja Perbedaan Signifikan – Jangan Keliru!

Besi dan baja merupakan material yang banyak digunakan dalam kebutuhan sehari-hari. Zaman sekarang, kedua material yang sama-sama merupakan hasil bumi ini banyak ditemui dalam berbagai sektor seperti bidang konstruksi, arsitektur hingga desain eksterior dan interior bangunan. Dengan adanya perkembangan zaman, produk besi dan baja digunakan sebagai bahan alternatif pengganti bahan kayu yang saat ini sulit didapatkan dan harganya yang cukup mahal. -MegaBaja.co.id

Berbicara tentang material besi dan baja, apakah kamu termasuk orang yang menganggap bahwa kedua material di atas adalah sama? Maka artikel ini akan sangat cocok untuk dibaca sampai habis agar kamu mengetahui perbedaan besi dan baja secara detail.

Sampai saat ini, kebanyakan orang menganggap bahwa besi dan baja merupakan material yang sama, namun keduanya jelas memiliki karakteristik yang berbeda. Mulai dari material pembentuk, karakteristik atau sifat material, penggunaan hingga tampilan permukaannya.

Sebelum beranjak pada perbedaan besi dan baja, ada baiknya kamu mengenal lebih jauh tentang apa itu besi dan baja.

Di bawah ini akan dibahas secara ringkas pengertian dari kedua bahan material tersebut. Simak terus ya.

Pengertian Singkat Besi dan Baja

Besi

Pada dasarnya, besi dikenal sebagai logam yang memiliki simbol Fe dalam tabel periodic unsur. Keberadaannya di alam pun sangat berlimpah sehingga termasuk pada empat besar unsur yang ada pada kerak bumi. Karena itulah besi menjadi material yang mudah didapat dengan harga terjangkau. Akan tetapi, sifat besi yang mudah bereaksi terhadap air dan udara menjadikannya mudah menghasilkan karat atau korosi. Hal inilah yang kemudian menjadi kekurangan produk dari olahan besi.

Besi merupakan sebuah unsur kimia yang tersebar luas di alam, keberadaannya tidak murni berdiri dengan sendirinya namun bercampur dengan unsur-unsur lain. Sehingga diperlukan proses pemisahan agar biji besi dapat diolah dan kemudian bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Kelebihan besi yang memiliki tingkat leleh yang tinggi memudahkannya untuk dimodifikasi menjadi berbagai bentuk. Karena itulah besi banyak ditemukan dalam berbagai sektor khususnya dalam dunia konstruksi.

Besi dibagi menjadi tiga jenis, yaitu besi bongkahan, besi cor dan besi tempa. Sementara peralatan dan perangkat yang terbuat dari besi yang sering kamu temui di kehidupan sehari-hari adalah bentuk olahan dari besi tempa, yaitu jenis besi bercampur dengan silikat (senyawa yang mengandung silicon, oksigen dan beberapa logam) dengan kadar karbon yang rendah.

Baja

Berbeda dengan besi yang merupakan unsur alami yang terbentuk di alam, baja merupakan unsur logam yang terbentuk karena campuran beberapa material yaitu besi dan karbon. Hal tersebut dilakukan karena besi memiliki sifat keuletan dan kelenturan yang lumayan baik sedangkan ketahanan terhadap karatnya tidak. Sementara campuran logam dan elemen lainnya seperti karbon pada pembuatan baja membuat sifat-sifat kekurangan pada besi dapat teratasi.

Selain besi dan karbon, bahan-bahan lain seperti nikel, chromium dan mangan juga turut digunakan sebagai campuran agar membuat baja menjadi lebih tahan terhadap karat atau korosi.

Dengan campuran elemen-elemen di atas, terciptalah olahan baja dengan tingkat kelenturan yang baik serta ketahanan karat yang lebih bagus. Umumnya kadar karbon yang digunakan dalam campuran pembuatan baja tidak lebih dari 2,1%. Karena jika karbon digunakan terlalu banyak, akan membuatnya semakin rapuh. Secara singkat, baja merupakan logam campuran dan bukan merupakan logam murni seperti halnya besi (Fe), seng (Zn), tembaga (Cu) dan lain sebagainya.

Karena memiliki kekuatan daya tarik yang tinggi serta proses pembuatannya yang murah, baja banyak digunakan dalam konstruksi bangunan seperti pembuatan rangka atap, infrastruktur, kendaraan dan lain-lain.

Setelah mengetahui secara singkat pengertian besi dan baja, kamu pasti sudah menemukan beberapa perbedaan di antara keduanya bukan?

Akan tetapi, ada beberapa poin lain yang menyebabkan besi dan baja memiliki perbedaan yang signifikan. Simak selengkapnya berikut ini :

Perbedaan Besi dan Baja

Seperti yang telah disebutkan di atas, perbedaan besi dan baja dibedakan tergantung pada poin-poin tertentu. Seperti material pembentuk, karakteristik, penggunaan hingga tampilan permukaannya. Berikut penjelasannya.

1. Material Pembentuk

Material pembentuk yang dimaksud di sini adalah material yang terkandung dalam besi dan baja. Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya, perbedaan signifikan yang dapat ditemukan dalam kedua material ini adalah dari segi pembentukannya.

Besi terbentuk secara alami tanpa campuran logam lain sehingga memiliki sifat yang murni. Sedangkan baja adalah produk campuran dari besi, karbon dan bahan-bahan lainnya sehingga pada akhirnya bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Maka dari itu, saat kedua bahan ini digerinda, keduanya akan menghasilkan percikan api yang berbeda.

Biasanya baja akan menghasilkan percikan api lebih sedikit, hal tersebut disebabkan oleh kandungan karbon yang terdapat di dalamnya. Semakin sedikit percikan api yang dihasilkan, maka semakin sedikit juga jumlah karbonnya.

2. Sifat / Karatkteristik

Dikarenakan material pembentuknya berbeda, maka karakterisitik bahannya pun ikut berbeda.

Sifat atau karakteristik adalah bagaimana besi dan baja bereaksi terhadap tekanan, sentuhan dan modifikasi dari luar. Contohnya, besi memiliki kelenturan atau elastisitas yang baik jika dibandingkan dengan baja. Sehingga besi bisa dilelehkan kemudian dibentuk sesuai dengan kebutuhan. Sedangkan baja memiliki sifat yang kaku.

Namun, tingkat daya tarik baja diklaim bisa 1000 kali lebih kuat daripada besi murni yang belum tercampur elemen lain. Hal tersebut karena baja memiliki kandungan karbon kurang dari 2% yang sangat berpengaruh terhadap ketahanan dan daya tarik dari baja itu sendiri.

Akan tetapi, reaksi besi terhadap air dan udara yang mampu menyebabkan korosi tidak terdapat pada sifat atau karakteristi baja yang lebih tahan karat. Baja juga lebih tahan terhadap udara lembab dan berbagai macam perubahan cuaca.

karat pada besi

Selain itu, reaski kedua bahan di atas terhadap suhu panas juga berbeda. Baja memiliki titik didih yang lebih tinggi yaitu sekitar 15.500 derajat Celsius sedangkan besi sedikit lebih rendah di angka 13.000 – 14.000 derajat Celsius.

3. Penggunaan

Pada dasarnya, penggunaan besi dan baja tidak memiliki banyak perbedaan. Keduanya sama-sama kokoh dan kuat sehingga banyak digunakan dalam berbagai konstruksi, perkakas bahkan hingga peralatan rumah tangga.

Namun beberapa orang memiliki kriterianya tersendiri dalam memilih antara besi dan baja. Biasanya, besi lebih banyak digunakan sebagai material konstruksi bangunan, pembuatan infrastruktur, jembatan, sparepart kendaraan dan sebagainya. Sedangkan penggunaan baja banyak ditemukan pada pembuatan kendaraan, rel kereta api dan lain sebagainya yang bersifat pekerjaan berat.

Selain itu, kebanyakan orang juga memilih baja sebagai kerangka untuk atap rumah maupun kanopi karena baja memiliki variasi baja ringan yang memudahkan dalam hal pemasangannya jika dibandingkan dengan besi.

4. Permukaan

Warna besi murni biasanya adalah hitam keabu-abuan, sedangkan baja memiliki permukaan yang mengkilap. Jika dibiarkan pada ruangan terbuka untuk beberapa saat, maka akan terlihat perbedaan di permukaan kedua material tersebut.

permukaan baja yang mengkilap

Di mana permukaan besi yang terpapar air serta udara secara langsung akan langsung menimbulkan karat, berbeda dengan baja yang memiliki permukaan yang tidak berubah dan tetap mengkilat.

5. Ketersediaan dan Harga

Jika dilihat dari proses pembentukan dan pembuatannya yang berbeda, maka tidak heran saat ketersediaan serta harga besi dan baja pun turut berbeda. Seperti yang telah diketahui, besi merupakan logam yang tersedia di alam dan dapat dengan mudah ditemukan di penambangan besi sebelum akhirnya diolah. Sedangkan baja adalah campuran dari besi itu sendiri dengan beberapa unsur lainnya.

biji besi sebelum diolah

Hal itu pula lah yang menyebabkan harga baja sedikit lebih tinggi jika dibandingkan dengan besi yang ada di ada di pasaran. Akan tetapi, hal tersebut tidak serta-merta menjadikan kualitas besi lebih buruk daripada baja.

Salah satu produk besi yang memiliki kekuatan dan kegunaan yang sebanding dengan produk baja adalah besi UNP galvanis. Besi jenis ini memiliki ketahanan dan kekuatan daya tarik yang tidak kalah dari baja. Selain itu, besi UNP galvanis juga mampu bertahan pada udara lembab karena telah dilapisi oleh galvanis.

6. Suara

Selain memperhatikan hal-hal krusial di atas, kamu juga bisa membedakan besi dan baja melalui suaranya. Percobaan ini dapat dilakukan dengan cara memukul kedua bahan tersebut menggunakan palu besi.

Besi akan menghasilkan suara lebih pelan dibandingkan dengan baja. Hal itu disebabkan oleh kemampuan besi yang dapat meredam suara lebih baik daripada baja karena sifat logamnya.

Itulah beberapa perbedaan besi dan baja yang mungkin tidak banyak diketahui oleh kebanyakan orang. Untuk memberikan penjelasan yang lebih padat, di bawah ini terdapat tabel perbedaan besi dan baja yang bisa kamu baca dan pahami.

KategoriBesiBaja
Material PembentukUnsur murni tanpa campuranCampuran besi, karbon, magnesium, dan lain-lain.
Sifat atau KarakteristikElastisitas tinggi, tidak tahan karatKaku, tahan terhadap karat
PermukaanBerkarat jika terpapar air dan udara terus-menerusLebih tahan terhadap karat
PenggunaanPondasi bangunan, sparepart kendaraan, dan lain-lain.Rangka bangunan, kereta api, mobil dan lain-lain.
Ketersediaan dan HargaHarga relatif ebih murah daripada baja, ketersediaan tersebar di alamLebih mahal dari besi, dan perlu dicampur dengan bahan lain dalam pengolahannya
SuaraMeredam suara dengan baik, hasil tes suara lebih pelanSaat dipukul dengan palu besi, suara terdengar lebih nyaring

Semoga artikel tentang perbedaan besi dan baja ini bisa bermanfaat dan menambah pengetahuan.

Ade Widi Rahayu
Just an ordinary people.