...

Genteng Tanah Liat dan Ketahanannya Melawan Cuaca

"Melawan Cuaca dengan Kokoh: Keunggulan Genteng Tanah Liat dalam Menahan Tantangan Alam"

Atap merupakan salah satu bagian terpenting dari sebuah rumah. Atap melindungi seluruh isi rumah atau bangunan dari segala macam cuaca, baik hujan petir maupun panas terik. Dewasa kini material atap semakin berkembang pesat, mulai dari atap kaca, atap seng, atap beton, atap genteng tanah liat dan lain sebagainya. -MegaBaja.co.id

Sejarah penggunaan genteng di dunia dimulai pada 4 abad sebelum Masehi. Masyarakat Mesopotamia menggunakan genteng sebagai atap rumah mereka untuk pertama kalinya pada abad tersebut.

Kemudian pada abad ke – 3 SM, masyarakat Yunani Kuno menemukan genteng untuk pertama kalinya di sebuah daerah terpencil bernama Corinth. Di sana, genteng dijadikan sebagai pengganti atap jerami untuk kuil pemujaan untuk Dewa Poseidon dan Dewa Apollo pada tahun 650 dan 700 SM.

Genteng Tanah Liat dan Ketahanannya Melawan Cuaca

Genteng tanah liat sendiri ditemukan di sebuah patung pada masa pemerintahan Raja Edward IV. Genteng tanah liat yang ditemukan pada saat itu memiliki ukuran 265mm x 165mm. Dengan warna merah kecoklatan hasil dari pengaturan suhu tungku selama proses pembakaran.

Kalau sejarah genteng tanah liat di Indonesia tergolong unik, pasalnya masyarakat Indonesia pada saat itu menggunakan genteng karena wabah. Bagaimana bisa?

Dilansir dari tribunbali.com, genteng pertama kali digunakan oleh masyarakat China yang kemudian menyebar ke seluruh penjuru dunia dan sampai ke Indonesia sebelum abad ke-20 M.

Meski masyarakat Indonesia pada saat itu sudah menggunakan tanah liat sebagai kerajinan rumah tangga, namun pribumi belum menggunakan tanah liat sebagai atap rumah. Genteng hanya digunakan oleh para penjajah untuk dijadikan sebagai atap pabrik – pabrik gula dan kebutuhan infrastruktur.

Barulah ketika penyebaran wabah penyakit pes semakin mengganas, masyarakat Indonesia ikut serta menggunakan genteng tanah liat. Hal ini didasari oleh penelitian tim kesehatan Belanda yang menemukan bahwa penyakit pes semakin cepat menyebar oleh tikus akibat  penggunaan rumbia sebagai atap.

Hingga kini, eksistensi genteng tanah liat sebagai atap masih terus digunakan oleh sebagai besar masyarakat Indonesia. Genteng tanah liat bisa bertahan sampai hari ini tidak lain dan tidak bukan adalah karena keunggulannya yang patut diacungi jempol.

Keunggulan Atap yang Menggunakan Genteng Tanah Liat

Genteng tanah liat masih menjadi primadona bagi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan. Karakteristik yang dimiliki tanah liat membuatnya bisa terus bertahan tanpa tergerus zaman. 

Selain itu, harganya yang relatif murah dan terjangkau membuat semua orang dari berbagai kalangan dapat menggunakan genteng tanah liat sebagai atap rumah mereka. Harga murah dengan kualitas yang tidak kaleng – kaleng menjadikan tanah liat harus kamu pertimbangkan jika ingin membangun rumah.

Harga Murah, Kualitas Gak Murahan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, harga genteng tanah liat masih bisa dikatakan murah jika dibandingkan dengan material lain. Kualitas yang ditawarkan pun tidak main – main. Meski murah, genteng tanah liat mampu bersaing dengan material lain.

Awet dan Tahan Lama

Genteng tanah liat akan awet dan mampu bertahan lama sebagai atap  kamu loh. Genteng ini menggunakan material tanah liat yang tidak mudah rusak akibat rayap dan serangga lain. Selain itu, genteng ini juga tahan terhadap api. Jadi, jika sewaktu – waktu terjadi kebakaran, genteng tanah liat tidak menyambar api.

Ramah Lingkungan

Karena menggunakan bahan yang alami, genteng tanah liat menjadi lebih ramah lingkungan. Genteng tanah liat yang sudah rusak, pecah dan tidak dapat berfungsi lagi masih bisa didaur ulang, jadi akan mengurangi sampah. Tanah liat tidak mengandung bahan – bahan yang berbahaya sehingga aman bagi kesehatan keluarga.

Mampu Meredam Suara Dengan Baik

Atap yang menggunakan genteng tanah liat tidak akan menimbulkan suara yang berisik apabila terkena tetesan air hujan. Berbeda dengan material seng, genteng tanah liat mampu mereduksi suara sehingga penghuni rumah tidak merasa terganggu.

Tahan Segala Cuaca 

Dengan karakteristik yang tidak mudah lapuk dan tidak mudah terbakar, genteng tanah liat bisa bertahan meski saat cuaca buruk. Genteng ini bisa melindungi penghuni dari paparan sinar matahari dan basah air hujan. 

Yang paling hebat adalah genteng tanah liat bisa menjaga suhu rumah tetap dalam kondisi adem walaupun di luar sedang terik loh. Kok bisa? Yuk simak penjelasannya di bawah!

Genteng Tanah Liat Dan Kemampuannya Bikin Adem

Ada rumor yang mengatakan bahwa menggunakan genteng tanah liat bisa menjaga suhu ruang tetap sejuk meski cuaca sedang terik. Mitos atau fakta ya?

Berbeda dengan material atap seperti asbes dan seng, material genteng tanah liat mampu meminimalisir hawa panas akibat sinar matahari. Asbes dan Seng akan langsung mengantarkan suhu panas ke seluruh rumah dan membuat hawa semakin gerah dan sumpek. 

Sedangkan genteng tanah liat sendiri tidak langsung mengedarkan suhu panas, melainkan menyerapnya ke dalam pori – pori tanah liat. Hal ini tentu berdampak pada berkurangnya panas matahari yang masuk ke dalam rumah. Panas yang tersimpan pada genteng tanah liat akan dikeluarkan secara perlahan – lahan saat suhu udara mulai menurun.

Genteng Tanah Liat Dan Kemampuannya Bikin Adem

Misalnya pada malam hari yang dingin, suhu panas yang terserap oleh genteng tanah liat dikeluarkan dan menjaga rumah tetap hangat. 

Hal ini bisa terjadi karena tanah liat memiliki massa termal yang baik. Massa termal adalah ketahanan sebuah material terhadap suhu panas dan kemampuan untuk menyimpan dan menyalurkan panas. Oleh karenanya, tanah liat bahkan mampu menyebarkan panas kurang dari 70% ke dalam ruangan.

Fakta menarik lainnya adalah kemampuan tanah liat memantulkan panas matahari ternyata bergantung pada warnanya juga loh. Genteng tanah liat yang dibiarkan dengan warna terakota alami tanpa di glasir  mampu memantulkan hingga 33% panas matahari yang mengenai atap rumah.

Sedangkan genteng tanah liat yang dicat dengan warna putih bahkan mampu memantulkan sinar matahari hingga 70% sampai 80% sinar matahari yang mengenai permukaan genteng tersebut.

Selain itu, genteng tanah yang dipasang dengan cara dan teknik yang tepat bisa mengalirkan air hujan sehingga tidak merembes ke dalam rumah. Pemasangan genteng tanah liat dilakukan pada kemiringan antara 22,5° sampai 45°. Tujuannya agar air hujan tidak dapat masuk melalui celah – celah sambungan antargenteng. 

Kelemahan Genteng Dari Tanah Liat

Meski begitu, genteng tanah liat tetap memiliki kelemahan yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk menggunakan genteng tanah liat. Meski begitu kuat dan kokoh, genteng tanah liat tidak tahan banting. Genteng jenis ini memiliki karakteristik yang rapuh dan mudah pecah. Maka dari itu, dalam pemasangannya harus hati – hati dan cekatan agar tidak terjadi kerugian yang tidak diinginkan.

Kelemahan Genteng Dari Tanah Liat

Warna genteng tanah liat pun mudah luntur jika sering terkena cuaca ekstrim  Namun hal ini masih bisa diantisipasi dengan melakukan pengecatan kembali secara rutin. Selain itu, pemasangannya yang harus disusun satu persatu sehingga prosesnya perlu memakan waktu yang agak lama.

Pemasangan dan susunan tanah liat yang kurang rapi juga bisa menyebabkan air hujan dapat rembes ke dalam rumah melalui celah – celah antargenteng. Oleh karena itu, gunakanlah tenaga ahli untuk memasang genteng rumah.

Just an ordinary people.