Ketahui Pengertian dan Elemen Dalam Desain Interior Berikut Ini Sebelum Menata Ruangan Sendiri

Pernahkah kamu mendengar tentang istilah desain interior dan eksterior?

Sekilas mungkin kamu sudah memahami apa makna dari kedua istilah di atas. Yap! Dalam dunia desain dan arsitektur, kedau istilah ini sering dikaitkan dengan sebuah bangunan. Baik itu bangunan pribadi maupun bangunan umum seperti mall, kantor dan sebagainya. Desain interior dan eksterior mencakup desain, bahan, dan fungsi dalam sebuah bangunan. Keduanya memiliki pengertian yang berseberangan namun bekerja berdampingan dalam membentuk harmoni pada sebuah hunian. MegaBaja.co.id

Mari kita bahas salah satu di antara keduanya, yaitu tentang desain interior. Di dalam artikel ini, kamu akan mengetahui beberapa hal mengenai desain interior. Yaitu :

  • Pengertian Desain Interior Menurut Para Ahli
  • Elemen-Elemen Pada Desain Interior

Simak lebih lanjut ya.

Pengertian  Desain Interior Menurut Para Ahli

Interior merupakan bagian ilmu dalam seni bangunan yang mencakup seluruh elemen bagian dalam bangunan atau rumah. Penata interior biasanya disebut dengan sebutan designer interior, mereka bekerja untuk memberikan ide serta menata interior bangunan agar berjalan memenuhi kaidah estetika dan kegunaan yang tepat.

Menurut seorang ahli, Dodsworth, beliau mengatakan bahwa desain interior bertujuan membuat manusia sebagai pemilik sekaligus pemakai ruangan tersebut bisa berkegiatan denga naman dan nyaman.

Sedangkan menurut seorang Profesor Emeritus di Universitas Washington sekaligus arsitektur andal Frank Ching berpendapat bahwa interior desain memiliki arti sebagai perencanaan tata letak serta ruangan bagian dalam pada sebuah bangunan.

Secara ringkas, desain interior adalah tatanan beberapa elemen yang terdapat pada bagian dalam ruangan atau bangunan.

Nah, setelah mengetahui apa itu pengertian desain interior, sekarang kamu juga perlu mengetahui bagian-bagian penting apa saja yang harus terdapat dalam menciptakan sebuah interior rumah yang ideal.

Elemen-Elemen Pada Desain Interior Bangunan

Jika kamu berniat untuk mendesain atau mempercantik area interior rumah maupun bangunan, maka perlu kamu ketahui dulu beberapa elemen yang membangun interior itu sendiri. Menciptakan keindahan pada ruangan interior tentunya harus didasari dengan ilmu tentang bagaimana sebuah elemen bisa dikombinasikan dan menciptakan nuanasa yang bagus. Berikut ini elemen-elemen yang perlu kamu perhatikan untuk memaksimalkan desain interior sebuah ruangan.

1. Ruang

Ruang adalah bagian penting yang tidak bisa dilewatkan. Dalam desain interior, ada tiga dimensi yang bisa kamu manfaatkan dalam sebuah ruangan. Pertama yaitu panjang, kemudian lebar dan terakhir tinggi. Ketiga hal ini dapat kamu atur dan maksimalkan dengan penataan sesuai keinginan.

Contoh elemen yang tergabung dalam bidang ruang ini yaitu dinding, lantai dan langit-langit. Dinding termasuk pada dimensi vertikal dan menjadi bagian yang memiliki bidang terbesar dalam interior bangunan.

Kemudian ada lantai yang termasuk pada dimensi horizontal, yang mana bagian ini juga merupakan bagian yang tak kalah penting dalam ruangan. Ketiga ada langit-langit yang merupakan bagian dari dimensi tinggi, biasanya bagian ini luput dari pandangan orang awam dalam hal desain interior. Namun dengan memberikan desain yang cantik pada langit-langit tentunya akan membuat kesan yang lebih baik.

Selain itu, ruang dalam desain interior dibagi menjadi dua bagian, yaitu ruang negative dan ruang positif. Yang mana, ruang positif merupakan sebuah ruangan berisi barang-barang. Sedangkan ruang negative adalah sebaliknya, hal ini juga bisa diartikan sebagai ruang kosong di antara benda satu dengan benda yang lainnya.

Dengan memahami dua jenis ruang tersebut, maka kamu bisa lebih menyeimbangkan fungsi antara ruang positif dan negative agar keduanya bisa saling berkontribusi dalam menciptakan ruangan yang harmonis.

2. Garis

Dalam sebuah desain interior, ruangan dengan beberapa furniture di dalamnya tidak cukup dalam menciptakan keindahan yang diinginkan. Ada satu hal yang bisa kamu terapkan dalam hal ini yaitu dengan menggunakan teori garis di setiap ruangan.

Garis horizontal, vertikal dan dinamis akan memberikan kesan perpaduan yang ciamik. Cara yang umum digunakan para desainer interior di antaranya yaitu dengan membuat garis-garis tersebut menggunakan furniture. Seperti halnya penataan meja secara horizontal akan membuat ruangan terlihat lebih lebar dan panjang.

Akan tetapi, keseimbangan desain dalam ruangan juga tentunya tidak boleh diabaikan. Setelah menyusun satu sudut dengan gaya horizontal, kamu bisa memakai garis vertikal dalam fitur-fitur rumah seperti jendela, pintu dan sebagainya. Selain akan memberikan kesan yang kuat dan kokoh, penggunaan garis vertikal dalam fitur tersebut juga akan memberikan kesan ruangan yang terlihat lebih tinggi.

Sedangkan garis dinamis seperti lengkungan, zigzag dan lain-lain dapat kamu gunakan secukupnya. Seperti contoh yang sering digunakan yaitu terdapat pada railing tangga. Perlu diingat bahwa kombinasi garis pada desain interior akan memberikan harmoni dan keindahan yang pas jika digunakan secara seimbang dan tidak berlebihan.

3. Bentuk

Bentuk yang di maksud pada bagian ini adalah sebuah bentuk yang terdapat pada ruangan yang akan kamu desain. Hal ini mencakup bentuk sebuah benda yang simetris maupun asimetris, yang besar maupun yang kecil.

Dalam mengisi atau menata sebuah ruangan, keseimbangan menjadi teori yang pentin untuk dilaksanakan. Jika meletakkan terlalu banyak ragam bentuk dalam sebuah ruangan, khawatir akan memberikan kebingungan pada setiap mata yang melihat. Berbeda halnya dengan meletakkan beberapa bentuk serupa dengan ukuran yang lebih kecil, seperti halnya penyusunan dekorasi-dekorasi mungil yang diletakkan di atas nakas dan sebagainya.

4. Cahaya

Ruangan yang megah dengan segala desain interior yang sudah diperhitungkan tidak akan berguna tanpa pencahayaan yang maksimal.

Cahaya merupakan elemen yang tidak bisa dilewatkan begitu saja, dengan adanya sorotan cahaya, baik itu cahaya alami ataupun buatan, membuat berbagai macam elemen lain yang ada di dalam ruangan tersebut bisa menunjukkan eksistensinya dengan maksimal.

Secara fungsinya, cahaya dalam desain interior dibagi menjadi tiga. Yaitu cahaya yang digunakan sesuai dengan fungsi utama (task lighting), cahaya untuk aksen (accent lighting), dan yang terakhir cahaya untuk memperindah suasana (mood lighting).

Setelah mengetahui jenis-jenis cahaya, kamu pasti bisa menentukan penempatan cahaya sesuai dengan kegunaannya pada setiap ruangan. Hal tersebut bisa kamu perhitungkan dengan melihat aktivitas yang dominan dilakukan pada ruangan-ruangan tertentu. Seperti contohnya pada ruang tamu, kamu bisa menggunakan cahaya utama (task lighting) agar membuat aktivitas bertamu menjadi lebih mudah. Sedangkan untuk area keluarga, kamu bisa memakai cahaya yang lebih lembut (mood lighting) agar menambah suasana menjadi lebih intens.

Adapun cahaya alami yang dapat menunjang keindahan pada interior ruangan bisa kamu dapatkan dari peletakan kaca jendela dan pintu yang tepat sesuai dengan datangnya arah sinar matahari.

5. Warna

Jika kamu hendak mendesain interior sendiri, maka pengaplikasian warna adalah salah satu ilmu yang harus kamu pelajari. Hal itu karena warna memberikan kesan tersendiri terhadap ruangan.

Dengan menerapkan warna serta kombinasi yang tepat, kamu bisa mendapatkan ilusi luas ruangan yang baik. Selain itu, suasana ruangan juga tergantung pada seperti apa kamu menentukan warna yang tepat pada nuansa ruangan itu sendiri.

Sama halnya seperti cahaya, menggunakan warna dalam interior ruangan juga harus disesuaikan dengan aktivitas apa yang dominan dikerjakan pada ruangan tersebut. Contohnya dapur yang memiliki aktivitas padat pada jam-jam tertentu, akan lebih cocok jika menggunakan warna-warna cerah dan atraktif. Sedangkan pada kamar yang notabene digunakan sebagai tempat beristirahat, pilihlah warna-warna yang memberikan kesan ketenangan seperti warna-warna netral atau earth tone. Akan tetapi, kamu juga bisa memberikaan satu tema warna saja pada setiap ruangan, namun perlu diperhatikan untuk tetap memasukkan beberapa kombinasi warna lain dari furniture atau dekorasi ruangan agar tidak terlihat monoton dan membosankan.

Tips yang paling sering digunakan dalam penggunaan elemen warn aini yaitu tips ilusi optic. Memilih warna cerah pada ruangan kecil sudah menjadi rahasia umum di kalangan peminat desain interior. Hal tersebut dilakukan karena dengan memilih warna cerah, terbukti memberikan ilusi ruangan yang lebih luas.

Nah, itulah beberapa elemen penting yang harus kamu perhatikan jika ingin menciptakan desain interior yang sempurna. Tertarik untuk memperdalam ilmu ini atau lebih baik mempercayakan langsung pada ahlinya?

Ade Widi Rahayu
Just an ordinary people.