Kusen : Pengertian, Jenis Serta Kekurangan dan Kelebihannya

Rumah pada dasarnya adalah sebuah bangunan tempat tinggal yang pasti dibutuhkan oleh semua orang. Rumah yang ideal seharusnya memiliki bagian-bagian seperti lantai, dinding, atap, jendela dan pintu. Satu bangunan harus terdiri dari bahan-bahan yang bagus dan berkualitas agar bisa bertahan lama dan bermanfaat sesuai fungsinya masing-masing. -MegaBaja.co.id

Nah, pada artikel kali ini kamu akan diberitahu tentang salah satu bagian penting dalam rumah yaitu kusen.

Apa itu kusen?

Kusen adalah salah satu dari konstruksi bangunan yang berfungsi sebagai tempat diletakkannya daun pintu dan jendela. Secara singkat kusen merupakan bingkai, untuk menyekat dinding bangunan dan pemisah antara ruangan satu dengan yang lainnya.

Terdapat bagian-bagian yang membentuk struktur kusen menjadi ideal. Antara lain tiang kusen, ambang kusen, sponneng, telinga kusen, alur kapur, angkur hingga duk.

Sesuai dengan fungsi kusen sebagai tempat bernaungnya daun pintu dan jendela, maka kusen harus memiliki ketahanan yang bagus. Pasalnya beban pintu dan jendela tentu tidak ringan, sehingga kusen harus memiliki daya tahan lebih berat daripada kedua benda tersebut.

Ada berbagai jenis kusen yang dibedakan dari fungsi, tempat peletakkan dan bahan.

Yuk kita bahas satu per satu.

Kusen Berdasarkan Fungsi

1. Kusen Pintu

Sesuai namanya, kusen yang satu ini berfungsi sebagai tempat meletakkan daun pintu. Kusen jenis ini biasanya juga satu pasang dengan rangka kayu di atasnya yang berfungsi sebagai sumber cahaya atau ventilasi udara.

2. Kusen Jendela

Yang kedua yaitu kusen jendela, fungsinya untuk meletakkan jendela supaya nantinya jendela tersebut bisa dibuka atau ditutup sesuai kebutuhan. Tapi tak jarang juga orang memasang kusen jendela dengan tekhnik kunci mati, jadi hanya berbentuk bingkai pelengkap dinding rumah saja tanpa fungsi utama.

3. Kusen Bovenlicht

Berikutnya adalah kusen bovenlicht, berfungsi untuk penempatan kaca. Biasanya digunakan agar cahaya bisa masuk ke dalam ruangan.

4. Kusen Gendong

Terakhir adalah kusen gendong. Jenis kusen ini biasanya digunakan untuk bagian depan rumah. Karena strukturnya besar, menggabungkan kusen pintu dengan jendela sekaligus dalam satu rangka.

sumber : pinterest

Berikutnya, mari kita lanjut pada pembahasan jenis-jenis bahan kusen.

Kusen Berdasarkan Bahan

Kusen Alumunium

Alumunium saat ini digadang-gadang sebagai bahan yang paling kuat dan tahan lama. Selain itu, tampilannya yang modern dan lebih sederhana juga sangat banyak diminati karena mendukung pada konsep rumah zaman sekarang yaitu rumah minimalis.

Gayanya yang sederhana juga akan mempermudah kamu untuk menyesuaikan gaya kusen dengan keseluruhan gaya arsitektur rumah. Walaupun banyak diminati karena kuat, tahan lama dan tahan rayap, kusen alumunium pun memiliki kekurangan. Beberapa orang pada akhirnya mengurungkan niatnya untuk memakai kusen alumunium dikarenakan harganya yang terlalu tinggi. Selain itu juga bentuknya yang tidak bervariasi bagi kamu yang tidak terlalu suka konsep yang monoton.

sumber : pinterest

Kekurangan lain dari bahan alumunium adalah pemasangannya yang harus dilakukan dengan penuh ketelitian. Pemasangan kusen alumunium sangat berpaku pada kekuatan sekrup yang dipasangkan pada dinding. Maka kusen harus dipasang dengan presisi dan rapi agar tidak terjadi kebocoran atau kesalahan fatal lainnya.

Kusen Kayu

Kusen kayu adalah salah satu yang paling banyak dikenal bahkan digunakan oleh kebanyakan orang. Selain tradisional, beberapa bahan kayu memang terbukti awet dan tahan lama seperti halnya kayu jati, kayu ulin, meranti dan lain-lain. Dengan menggunakan bahan kayu, kamu bisa memilih berbagai variasi bentuk. Seperti ukiran, dan ornament-ornamen lain.

Selain itu, kusen kayu juga akan cocok pada semua tipe rumah, terutama rumah klasik, vintage, tradisional bahkan rumah minimalis modern.

Namun, seiring dengan berjalannya waktu, semakin sulit menemukan jenis kayu yang berkualitas. Kalaupun ada, harganya akan sangat mahal karena kebutuhan pasar pun banyak. Sementara jika memilih kayu dengan kualitas rendah, akan mudah rusak dan keropos dimakan rayap.

Kusen uPVC

UPVC merupakan bahan plastic yang sudah dikurangi kadar plastiknya sehingga memiliki karakter yang sedikit kaku. Akhir-akhir ini bahan UPVC sangat terkenal, digunakan sebagai bahan dasar bagian-bagian konstruksi lain seperti pipa, atap bahkan lantai.

Rupanya, dunia konstruksi semakin banyak berinovasi sehingga kini sudah hadir kusen dengan bahan uPVC. Dengan bahan ini, kamu bisa menghemat biaya karena harga yang terbilang murah. Selain itu, ada keunggulan-keunggulan lain seperti pilihan warna yang menarik, kuat, tahan lama juga tahan terhadap rayap.

Akan tetapi, setiap inovasi baru pun pasti memiliki kekurangan tersendiri. Kekurangan kusen dengan bahan uPVC tersebut adalah dari segi warnanya yang akan pudar. Hal ini dapat terjadi jika kusen dipasangkan di area luar yang terpapar sinar matahari langsung. Dan yang paling ditakuti dari kekurangan bahan uPVC ini yaitu penyusutan ukuran karena termakan usia.

Kusen Besi

Yang berikutnya adalah kusen besi. Kusen dengan bahan ini juga memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing.

Jika kamu mencari bahan kusen yang awet dan super kokoh, maka menjatuhkan pilihan pada kusen besi adalah solusi yang tepat. Selain itu, kusen besi juga dikenal memiliki karakter yang elegan dan awet. Nilai estetika dari kusen besi akan meningkat apalagi jika dipadukan dengan bangunan rumah dengan karakter bahan yang sama.

Keunggulan lainnya yaitu mudah dimodifikasi. Walaupun termasuk ke dalam golongan logam berat dan tebal, akan tetapi dengan proses pemanasan pada suhu tertentu, bahan ini akan mudah dibentuk menjadi berbagai motif sesuai keinginan. Selain untuk kusen pada pintu dan jendela, kusen dengan bahan besi juga umumnya dipakai pada bagian pintu lipat untuk garasi atau ruko.

Sedangkan kekurangannya antara lain mudah berkarat, lebih mahal dan membutuhkan perawatan yang rutin. Contohnya adalah dengan perawatan khusus secara berkala seperti mengganti cat pelapis agar bagian permukaan lebih awet dan tidak pudar.

Kusen Fiberglass

Berikutnya adalah kusen fiberglass. Sesuai namanya, kusen ini terbuat dari bahan fiber atau plastic dengan campuran material kaca. Daya tahannya mirip dengan kusen berbahan UPVC dengan sedikit peningkatan.

Pemilihan kusen dengan bahan ini bisa menjadi alternatif saat kamu ingin memiliki kusen dengan beban berat yang ringan dan praktis. Beberapa kelebihan lain dari kusen fiberglass ini adalah tampilannya yang lebih modern dan minimalis.

Akan tetapi kamu juga perlu memperhitungkan beberapa kekurangannya antara lain seperti harganya yang terbilang cukup mahal jika dibandingkan dengan bahan sejenisnya yaitu UPVC. Karena secara kasat mata fiberglass dan UPVC memiliki tampilan yang serupa.

Kusen Baja Ringan

Apakah kamu familiar dengan bahan ini?

Ya, saat ini konstruksi dengan bahan baja ringan dapat kita temukan di mana saja. Hal ini dikarenakan karakternya yang kokoh namun dengan harga terjangkau sehingga bisa dipakai di semua kalangan. Begitupun dengan kusen.

Kusen baja ringan bisa dijadikan opsi bagi kamu yang bertempat tinggal di daerah yang rawan gempa. Selain itu, instalasinya yang cepat dan murah juga menjadi daya tarik tersendiri. Dengan bahan ini, kamu akan memiliki tampilan rumah yang elegan dan praktis.

Nah, itulah beberapa penjelasan tentang kusen hingga berbagai contoh jenis-jenisnya. Selamat menentukan pilihan, pastikan untuk memilih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing ya.

Ade Widi Rahayu
Just an ordinary people.