Mengenal Fasad Rumah, Pengertian, Jenis dan Fungsinya

Dalam membangun sebuah rumah, ada beberapa istilah-istilah arsitektur yang harus dipahami, salah satunya adalah fasad. Kebanyakan orang sibuk mendesign bagian interior rumah sampai lupa untuk merancang fasadnya. – MegaBaja.co.id

Nah, dalam artikel ini kamu akan mengetahui beberapa hal terkait fasad, yaitu :

  • Pengertian fasad menurut para ahli
  • Fungsi fasad pada bangunan
  • Mengenal jenis-jenis fasad
  • Mengenal bahan baku fasad

Sebelum berlanjut, mari kita pelajari apa arti fasad menurut para ahli dari berbagai sumber.

Pengertian Fasad Menurut Para Ahli

Menurut KBBI, fasad merupakan salah satu kata benda yang berarti muka bangunan. Sedangkan menurut pengertian di Wikipedia, fasad berasal dari bahasa Prancis yang memiliki arti sebagai berikut : suatu sisi luar (eksterior) sebuah bangunan, umumnya yang dimaksud adalah muka bangunan bagian depan. Jika merujuk pada penjelasan beberapa ahli di atas, pada intinya fasad memiliki pengertian yang serupa yaitu sebagai muka bangunan.

Leon Krier, seorang arsitek sekaligus ahli arsitektur menjelaskan bahwa fasad adalah salah satu bagian dari bangunan yang umumnya menghadap ke arah jalan lingkungan.

Dapat diartikan juga sebagai wajah bangunan, sebagai elemen bangunan yang pertama kali dilihat oleh mata dan yang paling sering diberi penilaian oleh para pengamat.

Biasanya bagian fasad yang sering digunakan sebagai bahan analisis adalah bagian atap, dinding dan lantai, namun seiring berjalannya waktu elemen tersebut dikembangkan lebih rinci menjadi atap, dinding, lantai, pintu, jendela, kolom dan sun shading (Krier, 1996).

Beberapa orang berpikir bahwa hanya rumah mewah saja yang membutuhkan fasad sebagai pelengkap hunian mereka, namun pada nyatanya semua jenis dan tipe bangunan bisa memiliki fasad. Beberapa tokoh arsitektur bahkan menyebutkan fasad sebagai “kulit”nya bangunan atau bagian terluar dari bangunan, yang berfungsi sebagai wajah untuk menampilkan keunikan dan karakterisktik sebuah bangunan. Selain untuk menambah keistimewaan dan estetika pada penampilan luar, fasad juga memiliki fungsi lain yang tak kalah penting, di antaranya :

Fungsi-fungsi Fasad

  • Meningkatkan Nilai Jual

Seperti telah disebutkan di awal, fungsi fasad yang sering disebut-sebut oleh banyak orang adalah untuk menambah keindahan pada suatu rumah atau bangunan. Hal ini memang dibenarkan, karena bagaimana pun tampilan luar rumah adalah salah satu hal yang sering dijadikan sebagai penilaian awal oleh para pengamat. Karena selain untuk tempat tinggal, rumah juga biasa dijadikan sebagai alat investasi yang nilainya bisa sangat menguntungkan.

Maka dari itu, dengan memilih tipe fasad yang tepat bisa meningkatkan nilai komersial dari rumah itu sendiri. Para investor yang siap berinvestasi dengan membeli sebuah rumah tentu akan memilih rumah yang memiliki daya tarik visual yang lebih kuat selain dari fungsi utama dari rumah itu sendiri.

  • Penghalau Air Hujan

Fungsi kedua yaitu untuk mengeliminasi atau menahan air hujan dari luar. Sebagaimana payung yang melindungi kita dari kebasahan karena hujan, fasad rumah pun memiliki fungsi yang serupa. Karena berperan sebagai ‘segel’ rumah dari lingkungan luar. Membangun fasad juga bisa bemanfaat untuk melindungi bagian depan rumah dari berbagai kondisi alam seperti hujan, fungsi ini juga selaras dengan fungsi primer dari sebuah fasad yaitu sebagai pelindung.

  • Mengontrol Masuknya Cahaya Matahari

Hidup di negara tropis mengharuskan kita untuk pintar-pintar beradaptasi di segala cuaca, begitu pun dengan fasad rumah. Jika sebelumnya disebutkan bahwa fungsi fasad adalah untuk menghalau sebagian air hujan, maka hal tersebut pun berlaku pada saat cuaca panas terik.

Sorot matahari yang terpancar langsung ke area depan rumah tentu akan mengganggu kenyamanan. Maka dari itu adanya fasad dapat membantu untuk menyerap sebagian paparan sinar matahari yang mungkin berbahaya.

Setelah mengetahui fungsi sebuah fasad, maka penting juga untuk mengetahui jenis-jenis fasad yang ada, yaitu :

Jenis-jenis Fasad

  • Prefabricated Façade

Tipe fasad ini adalah tipe fasad yang diproduksi secara industrialisasi. Biasanya digunakan di berbagai bangunan pabrik namun ada juga yang dipasang di bangunan komersial. Keuntungan dalam memasang Prefabricated Façade ini yaitu intstalasinya yang cepat, mudah dengan biaya yang lebih rendah.

  • Fasad Tradisional

Sesuai namanya, fasad dengan jenis ini biasanya dibuat dengan bahan-bahan tradisional seprti kayu, batu, keramik dan lain-lain.

  • Fasad Cahaya

Untuk tipe yang ketiga ini, biasanya fasad dibangun dengan tujuan utama untuk penambahan cahay. Baik itu menambahkan cahaya sebagai penerangan atau hanya penambah keindahan. Biasanya orang yang menggunakan fasad cahaya lebih mempertimbangkan fungsi pencahayaannya daripada bahan material pembuatan fasad itu sendiri.

  • Fasad Berat

Terakhir adalah Heavy Façade atau fasad dengan bahan material yang berat. Umumnya digunakan untuk bangunan atau rumah yang tinggi dan besar. Standar fasad berat biasanya adalah lebih dari 100kg per meter persegi.

Bagaimana? Sudah tertarik untuk menambahkan fasad pada rumahmu? Eits, tunggu dulu.

Karena fasad adalah wajah terluar dari sebuah rumah, maka penting untuk menyesuaikan bahan fasad dengan kondisi iklim di lingkungan tempat tinggalmu. Lalu, apa saja material yang biasa digunakan dalam pembuatan fasad? Dan apa saja sih yang perlu dipertimbangkan untuk memilih jenis material yang bagus? Simak teru ulasan berikut ini.

Daya tahan, biaya, kekedapan suara, dan keunikan menjadi beberapa hal yang harus kamu perhatikan sebelum memilih material fasad. Tentunya setiap bahan memiliki karakter dan keunikan tersendiri. Lalu, apa saja material itu?

Contoh Material atau Bahan Baku Fasad

  • Baja atau Alumunium
  • Batu
  • Kaca
  • Bata
  • Beton

Akan tetapi, kabar buruknya, meskipun material di atas sudah teruji ketahannya namun juga menjadi penyebab kerusakan lingkungan karena proses pembuatan dari bahan baku itu sendiri. Seperti pada proses peleburan logam dan gas emisi yang dihasilkan dari beton. Tapi jangan risau, para arsitektur telah memberikan beberapa bahan alternatif yang lebih tradisional dan ramah lingkungan di antaranya adalah :

  • Kayu

Kayu menjadi pilihan utama jika kita mendasarkan pilihan pada bahan yang ramah lingkungan. Memilih kayu yang berkualitas dapat membantu kamu dalam menghemat waktu dan biaya. Kualitas kayu yang bagus akan membutuhkan lebih sedikit perawatan dan tentunya pemasangan yang lebih mudah. Contohnya yang paling terkenal adalah jenis kayu merbau, jati, ulin, bengkirai, kamper, dan kayu damar laut.

  • Fasad Hijau

Fasad hijau atau dinding hidup juga menjadi solusi cerdas, khususnya bagi kamu yang tinggal di perkotaan. Menambah suasana hijau ke dalam rumah tentunya menjadi ide yang bagus. Selain unsur estetika, menambahkan tanaman di bagian fasad juga akan memberikan beberapa keuntungan seperti meningkatkan kualitas udara, memfilter polusi dan tentunya menyegarkan pemandangan.

Beberapa tanaman vertikal akan cocok untuk tipe fasad seperti ini. Namun hal lain yang perlu diperhatikan tentang fasad hijau adalah biaya pembuatan dan pemeliharaannya yang cukup besar.

Setelah mengetahui arti dari fasad dan berbagai jenisnya, sudahkah kamu menentukan fasad apa yang kamu sukai? Yuk segera realisasikan rumah impianmu sekarang juga!

Ade Widi Rahayu
Just an ordinary people.